Menjaga Hati Agar Tak Mudah “Jatuh” Hati

Teman2 punya hati? Oke, berarti boleh melanjutkan baca status ini. Karena status ini hanya bagi mereka yg memiliki hati. ๐Ÿ™‚ Hehe Kenpa saya bahas hati, karena ini unik.. Saya heran dari sejak kecil sampai udah guede gini.. Nyokap bokap gue (haha gaul dikit biar kaya abg), selalu bilang ‘Ade hati-hati di jalan..’ , ‘hati-hati ya smoga slamat sampai tujuan’…. Kenapa nggak gini aja ‘Ade mata-mata y dijalan..’ , atau ‘Kaki-kaki dijalan’? Disini saya tidak akan menjawab pertanyaan di atas, tapi yg akan saya bahas bagaimana menjaga hati agar tak mudah jatuh. Percayalah, apapun yg kita lakukan selalu melibatkan hati, mustahil seseorang tdk mlibatkan hati dalam kehidupannya… Hati itu ibarat Gerbong kereta, kalau dia melenceng akan menyelakakan semua. Ada 3 cara agar kita tak mudah ‘jatuh’ hati : 1. Tau sifat hati. Hati itu sifatnya abstrak, otomatis tidak bisa disejajarkan dg sesuatu yg terlihat. Asupannya pun bukan makanan biasa, seperti cilok, cimol, cireng (hahaha korban 3 C), tapi sesuatu yg lebih tinggi dari itu, yaitu Ilmu. Gimana caranya? Bisa lewat baca buku, mendengarkan ceramah, atau mengikuti berbagai kegiatan keilmuan, misalnya ikut Workshop Wirausaha Muda nanti Bulan Maret tepatnya tgl 12. Disana akan membahas ilmu jadi pengusaha muda, memulai usaha dan membuat diri Anda semakin sejahtra. . 2. Tahu Cara kerjanya. Kalau sudah tahu sifatnya, Anda pasti tau cara kerjanya bukan? Saya kira, kalau anda masih sering merasa sakit hati gara2 gak dikasih jajan, dicuekin temen, diputusin, berarti Anda harus kembali ke Poin satu. Eh, tau gak? Harusnya kalau kita diputusin atau bahkan nggak pacaran, justeru kita harus bahagia. Kenapa? Karena kita tidak tergantung dg seauatu yg nampak. Kalau masih pacaran berarti derajatnya masih low..karena tergantung sama benda. . 3. Tahu siapa yg menciptakan hati, dan tahu bagaiman keinginannya. Begini deh analoginya. Temen2 pake HP apa sekarang? Kalau pake merek A, otomatis kita akan mengikuti petunjuk penggunaan di buku A. Nggak mungkin HP B, tapi pake buku panduan HP A. Samahalnya dg hati, siapa yg nyiptain? Dan Dimana petunjuknya? Yang Nyiptain Allah petunjuknya ada dlam Al Qur’an. Semoga Bermanfaat. sumber : jhonhusien.com

Komentar