Melayang

Menulis judul di atas jadi teringat lagunya Anggun C Sasmi “Melayang jauh terbang tinggi bersama mimpi…”. Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini, penyanyi yang multi talenta. Namun saya tidak akan membahas itu, pengetahuan saya tentang artis juga penyanyi sangatlah minim, selain hanya hafal beberapa lagu saja, yang lebih parah semuanya lagu jadul wkwkw. Kembali ke topik awal, melayang. Pertanyaannya ‘Bolehkah fikiran kita melayang layang?’ tentu boleh bahkan harus, kenapa? Agar kita bisa melihat dunia lebih komprhensif juga melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda. Dari atas sana kita bisa melihat semuanya… Gusmus pernah berkata “Silahkan anda berfikir seekstrim mingkin, akan tetapi jangan berhenti belajar”. Biarakan fikiran dan akal kita melayang mengarungi bahtera kehidupan ini, asal jangan merasa anda telah memiliki dunia ini. Bagi Saya, Anda mau berfikir segila apapun, Anda melayang sejauh apapun tak masalah. Namun sebelum Anda melakukan itu semua, tanya diri Anda sendiri, “sudah siapkah saya melayang?”, jika belum siap, carilah orang yang sudah lebih dulu terbang dan melayang dan belajarlah darinya. Setidaknya dia lebih tahu tentang suhu dan udara di atas sana. Jangan coba2 Anda melayang tanpa mempersiapkan segalanya. Ingat, keadaan di luar sana kadang tidak seperti yang kita kira. Sama halnya dengan masalah agama atau keyakinan. Anda boleh berfikir se-gila mungkin asal jangan berhenti bertanya dan belajar. Anda bisa jadikan Orang Tua, guru sebagai salah satu refernsi, atau bahkan buku sekalipun. Ayah saya berpesan ketika saya hendak membaca salah satu kitab dari agama yang lain. Pesan Beliau sangat sederhana : “Jika keimananmu atas agamamu belum kuat, jangan sesekali membacanya. Kalau sudah kuat, apapun silahkan dibaca…” Jadi, janganlah menambah kebingungan dengan membaca atau mempelajari sesuatu yang kita belum siap menerimanya. Karena, jika anda bermain layangan, kemudian layang2 Anda terbangkan dengan kondisi yg tidak bagus, sobek, tidak seimbang, maka itu akan menyiksa diri Anda sendiri.. Maka, mari pantaskan diri agar siap menerima apapun yang berkeliaran di dunia ini.. Selamat Pagi dan jangan lupa melayang! Itu! Sumber : jhonhusein.com

Komentar