Diri Terlatih, Hidup pun Berlebih!

“Hidup penuh liku-liku…kadang suka kadang duka” salah satu kutipan lagu dangdut yang saya sukai. Ya hidup memang penuh liku-liku. Ga mau melewati yang liku-liku? Ga usah hidup! bener ga?. Yang pasti tak ada sebuah kehidupan yang berjalan tanpa adanya sebuah liku-liku. Huh..Hidup memang unik juga sangat aneh. Baru – baru ini aku menerima pesan singkat dari teman yang ku kenal ketika sama-sama mengikuti kegiatan pramuka. Pesan itu berisi “Hiduplah seperti Rumput, walau di injak di basmi di bakar tapi selalu muncul kembali dengan lebih hijau dan lebih kuat”. Sejenak setelah membaca pesan singkat ini aku termenung, setelah lama berfikir akhirnya ku sadar memang benar begitulah kenyataan hidup, walau banyak orang yang menghina, mencibir atau bahkan mengganggu kita setiap saat, kita harus tetap tegar dan terus mempertahankan hidup kita. Seperti tegarnya Rasulullah menghadapi orang-orang kafir. Berbagai cobaan telah beliau hadapi semua rintangan telah beliau singkirkan dan semua pertanyaan telah di jawabnya dengan sempurna. Semoga daku bisa mengikuti langkahmu ya Rasulullah. Mmmmhh…. zaman telah berubah, orang biasa menyebutnya dengan “dari zaman onta telah berubah menjadi zaman toyota” entah darimana datangnya slogan itu dan siapa pula yang pertama kali melontarkannya. Perubahan zaman membuat semua orang harus benar-benar melatih diri. Komptensi mulai di gembor-gemborkan, orang yang tak punya ke ahlian akan tersingkir dan lain sebagainya. Pertanyaannya APAKAH DIRI KITA SUDAH TERLATIH? Terlatih menjalanai hidup yang keras, terlatih menghadapi era digital, terlatih menghadapi cobaan hidup! kenapa harus terlatih, Jika kita tidak pandai-pandai melatih hidup kita, nasib naas mungkin akan menimpa diri kita juga. Beberapa hari kebelakang aku dikejutkan dengan orang yang bunuh diri di rel kereta api. Begitulah orang yang hidupnya tak terlatih. Datang jauh-jauh dari kota A ke kota B hanya untuk bunuh Diri?! Sungguh terlalu. Begitulah kira – kira gambaran hidup orang yang dirinya tak terlatih. Tetapi berbahagialah siapapun yang akan, sedang atau sudah menjalani hidup yang terlatih, HARGA LEBIH menanti anda. Bukankan kita selalau ingin sesuatu yang lebih? Latihlah diri anda! Kala itu salah seorang temanku menemukan sebuah burung merpati yang salah jalan. Burung itu menabrak lapak dagang temanku. Seketika merpati itu pun langsung di tangkapnya. Tanpa pikir panjang dimasukanlah merpati itu dalam sebuah kardus dan dibawanya pulang. Hasrat untuk menjual merpati itu di tahannya beberpa hari, hingga akhirnya ada salah seorang yang menghubungi temanku ini. entah darimana ia tahu no temanku ini. Ah ga penting!. Ehh..ternyata dia pemilik merpati ini. sejenak aku langsung melirik merpati itu, dan kulihat tanda pengenal di slah satu kakinya, “hmmm ini bukan merpati biasa, pasti ini merpati yang suka di gunakan untuk perlombaan” pikirku. Singkat cerita bertemulah si pemilik merpati itu dengan temanku. Sedikit basa – basi “oh ia makasih ya, ga tau jalan pulang kaya’a” ungkap pemilik merpati itu sambil mencoba membawanya dari sebuah sangkar. Tiba – tiba sebelum meninggalkan temanku ini di membuka dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang. “ini untuk bensin” pungkasnya sambil menyodorkan tangan dan memberikan uang tersebut. “oh..ia pak makasih. Padahalmah ga usah pak” jawab temanku sambil malu-malu, biasa lah ada uang kaget heu heu. Ketika kulihat. Wiisss… uangnya 10 x lipat dari harga merpati biasa bro! To be continue…hehe Cerita ini lah yang menjadi salah satu inspirasiku menulis catatan kecil ini. Tapi kan itu mah dunia wi? Memang benar, itu nilai duniawi, terus masalahnya apa? Nilai akhirat? Apalagi nilai akhirat lebih gede dari harga burung itu Cuy! Dalam salah satu keterangan disebutkan “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang berilmu” bener ga? Kalau Allah sudah mengangkat derajat kita, jangankan merpati Kapal terbangpun sangat mudah bagi-Nya. Hubungannya dengan TERLATIH? Memang Ilmu tidak harus dicari? Datang begitu saja? Engga coy,, ilmu itu harus dicari. All ilmu yu’ta illaihi wala ya’ti liahidihi ilmu itu harus didatangi bro! Dan untuk mencari ilmu itu kita harus berlatih, berlatih melawan malas yang menempel pada diri, berlatih menghilangkan kesombongan dalam diri yang menghalangi kita menuntut ilmu. So. ..sudah jelaskan sobat? Hehe Oh ia, tau ga Ipho Santosa, Andrie Wongso, Tung Disem Waringin Setia Furqon Khalid, Bong Chandra, Ust. Kemas Mahmud Al-Hanif? Sip!! mereka adalah trainer dan motivator Handal! Dengan titelnya saat ini apakah mereka bisa jadi seperti sekarang dengan begitu saja? Tidak brow… semuanya terus berlatih bahkan extra! Salah satu diantara mereka mengatakan “Tidak ada seorang trainer atau motivator yang terlatih tetapi trainer dan motivator yang terus berlatih” Hasilnya apa? Sekali menjadi pembicara mobil pun bisa langsung terbeli! Berlebih Bukan? Jadi… Jika hidup ingin berlebih, latihlah diri kita sejak dini. Diatas hanyalah kejadian kecil dari berjuta contoh yang ada. May Allah bless all we do! Wallahu alam sumber : jhonhusein.com

Komentar